Studi Ungkap Cara Mudah Temukan Orang Narsis: Lihat Alisnya!

Pengunjung berswa foto di wahana Visual bertajuk Orient Kaleidoscope di Central Park Mall, Jakarta Barat, Jum'at (8/2). Wahana tersebut ramai dikunjungi masyarakat untuk berfoto selfie dan menikmati seni 3D. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Narsistik kerap diartikan sebagai seseorang yang memandang dirinya lebih baik dan unggul dibanding orang lain. Meski nampaknya tidak bahaya, kepribadian narsistik adalah gangguan kondisi kesehatan mental di mana seseorang kerap mencari perhatian dari orang lain agar dikagumi. Orang dengan gangguan ini mungkin tidak memiliki kemampuan untuk memahami atau peduli dengan perasaan orang lain.

Mengutip IFL Science, selain gigi putih yang tidak biasa dan sejumlah foto narsis di ponsel, menurut hasil penelitian terbaru ada satu fitur wajah yang bisa menandakan seseorang memiliki kepribadian narsistik.

Penelitian yang dirilis dari University of Toronto, yang diterbitkan dalam Journal of Personality, menunjukkan bahwa orang dengan alis yang khas lebih cenderung menampilkan ciri-ciri kepribadian narsistik.

Kata narsistik sendiri berasal dari kisah Yunani kuno tentang Narcissus muda. Ia jatuh cinta kepada bayangannya sendiri yang terpantul di genangan air. Secara umum, orang dengan ciri kepribadian narsistik yang kuat mendapat skor sangat tinggi pada spektrum cinta diri.

Mereka sering tampak menyenangkan dan menawan, tetapi juga menunjukkan perilaku egois dan seringkali membangga-banggakan tentang kemampuan atau penampilan sendiri.

Yang menarik, menurut temuan studi, mereka juga memiliki alis yang bagus dengan bentuk yang tegas.

Tim peneliti sampai pada kesimpulan ini dengan memotret hampir 40 mahasiswa sarjana dengan ekspresi netral. Peneliti kemudian meminta mereka untuk melakukan tes psikologis yang dikenal sebagai Narcissistic Personality Inventory untuk menguji kekuatan dari setiap sifat narsistik.

Para peneliti menunjukkan foto-foto itu kepada peserta lain dan meminta mereka menebak seberapa narsis setiap orang berdasarkan penampilan mereka.

Pertama-tama, hasil awal mereka menunjukkan peserta sangat pandai menggunakan alis untuk memperkirakan tingkat narsisme mahasiswa berdasarkan foto yang mereka lihat. Secara khusus, ketebalan alis dan kelebatan yang tinggi kemungkinan besar digunakan sebagai penilaian narsisme yang akurat.

Mereka memperluas penilaian ini dengan mengukur persepsi narsisme ketika bentuk alis diubah. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka menilai wajah orang narsis menjadi kurang narsis ketika mereka memakai alis non-narsis dan sebaliknya.

Mereka menyimpulkan bahwa ini menunjukkan alis yang khas mengungkapkan kepribadian narsistik kepada orang lain serta sangat memengaruhi apakah orang menganggap Anda narsis.

Para peneliti tidak mencari mekanisme untuk menjelaskan kaitan ini, tetapi mereka mencatat bahwa alis sangat penting untuk fungsi sosial dan komunikasi nonverbal sehingga fitur wajah yang satu memiliki kepekaan khusus. Selain itu, alis dapat digunakan sebagai mikrokosmos dari penampilan dan identitas seseorang yang lebih luas.

“Narsistik berusaha untuk dikagumi. Individu yang melaporkan narsisme tingkat tinggi cenderung mengenakan pakaian yang lebih modis, bergaya, mewah, memiliki penampilan yang lebih rapi dan teratur dan terlihat lebih menarik,” demikian kata penelitian tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*