Harga Emas Antam Hari Ini Turun Lagi, Siap-Siap Merugi

Emas Antam

Harga emas Antam turun pada perdagangan perdana pekan ini (10/4/23), berbanding lurus dengan penurunan harga emas global. Di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung, harga emas Antam ukuran 1-gram melemah sebesar Rp.2.000 menjadi Rp. 1.072.000 per batang.

Harga hari ini lebih rendah Rp 24.000 dibandingkan dengan harga tertingginya pada 24 Maret 2023 yang tercatat Rp 1.096.000.

Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam meningkat dan ditetapkan sebesar Rp 964 ribu per gram, turun Rp 2.000 dari perdagangan sebelumnya.

Harga emas Antam yang diperjual-belikan beragam dari segi ukurannya. Agar lebih jelasnya, simak data harga emas hari ini.

Pada penutupan perdagangan terakhir pekan lalu, Kamis (6/4/2023), emas dunia ditutup di posisi US$ 2.008,02 per troy ons. Harga sang logam mulia turun tipis 0,061%.

Pelemahan ini memutus tren positif emas yang menguat dalam tiga hari perdagangan sebelumnya.

Data inflasi AS untuk bulan Maret yang diharapkan akan dirilis pada Rabu ini, 12 April 2023, diperkirakan akan sangat mempengaruhi harga emas. Pasar berekspektasi inflasi akan melandai dari 6% (YoY) pada bulan Februari menjadi antara 5,2-5,4% pada bulan Maret.

Inflasi adalah salah satu pertimbangan utama The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga pada bulan Mei mendatang. Jika inflasi masih membandel, The Fed mungkin akan tetap mempertahankan kebijakan hawkish.

Selain data inflasi, pidato dari Gubernur Fed Christopher J. Waller pada Jumat mendatang juga akan menjadi sorotan. Pidato ini akan dihadapi dengan latar belakang data tenaga kerja AS yang masih kurang meyakinkan.

Meskipun tingkat pengangguran AS turun menjadi 3,5% pada bulan Maret, penciptaan lapangan kerja di sektor swasta hanya bertambah 145.000, turun dari 261.000 pada bulan Februari dan jauh di bawah ekspektasi pasar.

Data tenaga kerja yang buruk ini membuat pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps pada bulan Mei, dan jika proyeksi tersebut menjadi kenyataan, harga emas kemungkinan akan mengalami penurunan.

Kenaikan suku bunga akan memperkuat dolar AS dan yield surat utang pemerintah AS. Dua hal ini berdampak negatif pada harga emas.

Dolar yang melambung membuat emas semakin tidak terjangkau, sementara emas tidak menawarkan yield sehingga jika imbal hasil surat utang naik maka emas makin tersingkir.

Oleh karena itu, jika ekspektasi kenaikan suku bunga semakin kuat, harga emas berpotensi untuk turun dari level psikologis US$ 2.000.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*