Ceceran Darah ‘Gladiator’ SMP di Kebon Jagal Sukabumi

Sukabumi – Peristiwa duel maut terjadi antara pelajar SMP di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Akibatnya, seorang pelajar berinisial MRA (17) tewas mengenaskan dengan luka bacok di beberapa bagian tubuhnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa berdarah itu terjadi di Kampung Lebakmuncang, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh pada Jumat (9/2/2024) sekitar pukul 17:30 WIB. Duel itu terjadi atas kesepakatan atau janjian antara korban dan terduga pelaku melalui media sosial Instagram.

detikJabar menerima beberapa potongan video yang menunjukkan kondisi TKP usai duel ala gladiator itu terjadi. Dalam video pertama berdurasi 30 detik memperlihatkan darah yang berceceran di jalanan kurang lebih sepanjang 5 meter.

Ketua RT 39 RW 19, Kampung Lebakmuncang, Desa Cikujang, Cepi mengatakan, tempat kejadian perkara (TKP) yang lebih dikenal dengan nama ‘Kebon Jagal’ ini memang kerap dijadikan sebagai lokasi tawuran.

Dia mengatakan, dalam beberapa hari terakhir sudah ada empat kejadian tawuran. Tiga di antaranya berhasil dibubarkan oleh warga namun nahas, peristiwa terakhir tak dapat dicegah hingga mengakibatkan korban jiwa.

“Kalau tawuran di sini sudah empat kali, cuman yang tiga alhamdulillah bisa dibubarkan sama warga, kalau yang ini warga nggak tahu kejadiannya, jadi nggak sempat dibubarin makanya sempat makan korban,” kata Cepi kepada detikJabar, Senin (12/2/2024).

Cepi mengatakan, saat kejadian duel berlangsung tak ada warga yang melihat. Hanya saja, jelang Magrib tepatnya sekitar pukul 17:50 WIB, dia menerima kabar dari warganya yang melihat ceceran darah segar di jalanan dekat Kebon Jagal.

“Ada beberapa warga yang lapor katanya banyak darah di jalan yang mau masuk ke kampung, pas dicek ke lokasi memang benar ada (darah berceceran) cuman yang tawurannya sudah nggak ada,” ujarnya.

“Sudah mau Magrib. Sepi kalau jam-jam segitu, warga juga sudah pada masuk ke rumah terus waktu itu kondisinya sudah mau hujan,” sambungnya.

Selang beberapa hari kemudian, desas-desus peristiwa duel antar pelajar pun tersebar di masyarakat. Korban merupakan pelajar putus sekolah setingkat SMP dan masih mengikuti pendidikan di kelompok belajar (paket).

“Kalau pas pertama mah nggak tahu cuman ke sini-sininya baru tahu meninggal. Bukan, dia bukan warga sini. Sepengetahuan saya yang korbannya itu orang Babakan,” ucapnya.

Sementara itu, KBO Satreskrim Polres Sukabumi Kota Iptu Agus Israwan mengatakan, korban mulanya dijemput oleh tiga orang temannya menggunakan sepeda motor untuk melakukan janjian tawuran dan duel.

“Kejadiannya ada dua kelompok sekolah bernama Bastard dan Zumad mengadakan janjian duel. Akhirnya ditentukan lokasinya di daerah Lebakmuncang dan terjadilah duel 1 VS 1,” kata Agus.

Dia mengatakan, korban dan terduga pelaku sama-sama membawa senjata tajam. Korban MRA membawa pisau dapur sedangkan terduga pelaku membawa senjata tajam jenis celurit.

“Atas kejadian tawuran tersebut, korban mengalami luka di bagian dagu sebelah kiri, luka sayat di bagian pangkal paha sebelah kiri, dan luka lecet di bagian ibu jari kaki sebelah kanan diduga akibat dari sabetan senjata tajam,” ujarnya.

Agus mengatakan, motif duel maut itu diduga untuk konten media sosial. Pasalnya, kata dia, terdapat video live streaming yang saat ini masih ditelusuri oleh kepolisian.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap para terduga pelaku. “Secepat mungkin pelaku ditangkap. Teridentifikasi sementara empat orang,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*